HIDROLOGI

Hidrologi

PENGERTIAN
Hidro -> air
Logi -> ilmu
Hidrologi adalah ilmu yang berkaitan dengan air.
Jumlah air di bumi adalah 1,4 km3 , 97.5%nya adalah air laut, sedangkan 1.25%nya adalah es, 0.73%nya adalah air tawar, 0.001%nya adalah uap air.

SIKLUS HIDROLOGI
· NERACA AIR
Neraca air adalah hubungan aliran kedalam dan aliran keluar di suatu daerah tertentu dalam periode tertentu.
P = D + E + G + M
P = Prespitasi (hujan)
D = Debit
E = Evapotranspirasi
G = Ground ( penambahan suplai air )
M = Moisturizer ( penambahan kelembapan tanah )

HIDROLOGI DALAM TEKNIK
Hidrologi dalam teknik biasanya digunakan dalam perancangan dan operasi bangunan hidrolik.

DAUR HIDROLOGI
Secara sederhana daur hidrologi dapat dimulai dari evaporasi air laut. Uap yang dihasilkan dibawa oleh udara yang bergerak. Dalam kondisi yang memungkinkan uap tersebut terkondensasi membentuk awan, yang pada akhirnya menghasilkan prespitasi. Prespitasi yang jatuh ke bumi menyebar dengan arah berbeda bedda dalam beberapa cara. Sebagian besar dari prespitasi tersebut untuk sementara tertahan di tanah dekat tempat ia jatuh dan akhirnya dikembalikan lagi ke atmosfir oleh evaporasi dan pemeluhan (transpirasi) oleh tanaman. Sebagian melalui permukaan tanah, menuju sungai dan lainnya menembus masuk ke tanah menjadi air tanah (groundwater).
Dalam daur hidrologi, perputaran air tidalah selalu merata karena adanya pengaruh metereologi (suhu, tekanan, atmosfir, angin, dll) dan kondisi topografi.

PRESPITASI
Prepitasi adalah produk dari awan yang turun berbentuk air hujan ataupun salju. Sejauh tidak menyangkut salju salanjutnya dianggap hujan.
Intensitas curah hujan adalah tinggi air, jumlah hujan, dalam satu satuan waktu misalnya mm/menit,, mm/jam, mm/hari.

ALAT UKUR HUJAN
Alat ukur hujan ada 2, yaitu alat ukur hujan manual dan alat ukur hujan otomatis. Untuk alat ukur biasa ditempatkan di ruang terbuka.

ANALISIS CURAH HUJAN
Data curah hujan yang diperoleh dari alat pengukur hujan merupakan hujan yang terjadi pada satu tempat. Untuk mengetahui curah hujan pada suatu kawasan diperlukan beberapa data hujan dari beberapa stasiun penakar hujan yang ada dalam kawasan tsb yang kemudian dirata-ratakan. Ada 2 cara menghitung rata-rata curah hujan :

1. Rata-rata aljabar
Cocok untuk kawasan topografi datar. Alat penakar hujan tersebar merata.

P = 1/n (P1 + P2 + … + Pn)
P = curah hujan yang tercatat dinpos penakar hujan.
n = banyaknya penakar curah hujan.

Contoh soal :
Hitung hujan rata-rata dengan metode aljabar

Stasiun hujan Tinggi hujan (mm)
1 25
2 100
3 75
4 90
5 85

Jawab : P = 1/n (P1 + P2 + P3 + P4 + P5)
= 1/5 (25 + 100 + 75 + 90 + 85)
= 75

2. Poligon Thiessen
Cocok untuk daerah dengan luas 500-5000 km2. Jumlah penakar hujan terbatas dibanding luasnya.
Prosedur penetapan metode ini :
1) Lokasi penakar hujan di plot pada peta DAS. Antar pos dibuat garis penghubung.
2) Tarik tegak lurus ditengah tiap garis pernghubung.
3) Ukur luas tiap poligon
4) P =

Contoh Soal :

STA Hujan Tinggi curah hujan (mm) Luas (ha)
1 100 25
2 75 20
3 80 19
4 99 12
5 105 17
6 110 15
Jumlah = 10095 108

Jawab :
PA =

3. Metode Ishoyet
Cocok untuk daerah dengan luas > 5000 km2, jumlah penakar hujan retbatas dibanding luasnya.
Prosedur penerapan metode ini :
1) Plot data kedalaman air hujan untuk tiap pos penakar hujan pada peta.
2) Gambar kontur edalaman air hujan
3) Hitung luas antara 2 garis ishoyet
4) P =

MEMPERKIRAKAN DATA YANG HILANG
Kadang-kadang pos penakar hujan mengalami kekosongan data karena ketidak gadiran si pengamat ataupun karena kerusakan alat. Untuk itu sering diperlukan perkiraan catatan yang hilang. Cara yang digunakan US Enviromental of Service :
Px = ⅓
N = hujan tahunan normal

Contoh soal :
Stasiun hujan x tidak berfungsi pada waktu-waktu tertentu dalam suatu bulan dimana terjadi suatu hujan badai. Total hujan lebat masing-masing pada 3 sta yang mengelilinginya. A=98 mm, B=80 mm, C=1080 mm. jumlah hujan tahunan normal pada Stasion X + 880 mm, A = 1008 mm, B = 842 mm, C = 1080 mm. Hitung hujan lebat Stasion X!

Px = ⅓
Px = ⅓.256,8
Px = 86,2653

CURAH HUJAN HARIAN MAXIMUM RATA-RATA
Metode :
1. Tentukan hujan max harian pada tahuntertentu di salah satu pos hujan.
2. Cari besarnya curah hujan pada tanggal, bulan, tahun yang sama untuk pos hujan lain
3. Hitung hujan DAS dengan salah satu cara yang dipilih
4. Ulangi langkah 1-3.

ANALISIS FREKUENSI DAN PROBABILITAS DATA HIDROLOGI
· Sistem hidrologi kadang-kadang dipengaruhi peristiwa extrim, seperti hujan lebat, banjir atau kekeringan.
· Tujuan analisis frekuensi data hidrologi adalah berkaitan dengan besaran peristiwa extrim yang berkaitan dengan frekuensi kejadiannya melalui penerapan Distribusi Kemungkinan.
· Frekuensi hujan adalah besarnya kemungkinan suatu besaran hujan disamai atau dilampaui.
· Periode ulang adalah waktu hipotetik dimana hujan dengan suatu besaran tertentu akan disamai atau dilampaui.
· Ada 10 tahunan, 100 tahunan, 5 tahunan, 20 tahunan.
· Tidak berarti berulang secara teratur setiap periode ulang tsb.
Misalnya hujan periode ulang 10 tahunan, tidak berarti akan terjadi setiap 10 tahun, akan tetapi akan ada kemungkinan akan terjadi dalam jangka waktu 1000 tahun akan terjadi 100 kali kejadian hujan dalam setahun. Ada kemungkinan sebelum kurun waktu 10 tahun terjadi hujan 10 tahunan lebih dari astu kali atau sebaliknya tidak sama sekali

MACAM-MACAM DISTRIBUSI FREKUENSI
· Distribusi Normal
QT = + KT . S
QT = perkiraan besar hujan yang diharapkan terjadi dengan periode ulang T-tahunan
= besar hujan rata-rata hitung
KT = Faktor frekuensi (Variable Reduksi Gauss)
S = Deviasi standar/simpangan baku
S = 2

· Distribusi Log Normal
Log QT = Log + KT . S
QT = perkiraan besar hujan yang diharapkan terjadi dengan periode ulang T-tahunan
= besar hujan rata-rata hitung
KT = Faktor frekuensi (Variable Reduksi Gauss)
S = Deviasi standar/simpangan baku

· Distribusi Log Person
Log QT = Log + KT . S . G
QT = perkiraan besar hujan yang diharapkan terjadi dengan periode ulang T-tahunan
= besar hujan rata-rata hitung
KT = Faktor frekuensi (Variable Reduksi Gauss)
S = Deviasi standar/simpangan baku
G = Koefisien Skewness/koefisien kemencengan
G = [ n Log Q1 – log )3/(n – 1 ) ( n – 2 ) S3

· Distribusi Gumbel
QTr = b + Ytr
a =
b = –

MACAM-MACAM FLU !!!

Influenza sedang ramai diperbincangkan, apalagi pada saat ini banyak ditemukan kasus-kasus flu yang telah memakan banyak korban. Penyebabnya bermacam-macam, akibat yang ditimbulkan pun bermacam-macam. Disini saya akan menjabarkan beberapa flu yang sedang ngetop, diantaranya Flu Burung, Flu Babi, dan Flu kuda, mudah-mudahan saja beberapa tahun yang akan datang tak ada timbul yang namanya flu gajah, bisa jadi virusnya begitu sadis dan ganas, membayangkannya saja ngeri, mudah-mudahan tidak terjadi ya teman-teman. Maka dari itu, agar kita bisa bertindak lebih cepat, yuk kita kenali flu-flu itu satu persatu!

1.Flu Burung
Flu burung atau yang dikenal jugan dengan Avian Influenza yang sempat populer dan menjadi pemberitaan terhangat di berbagai penjuru dunia beberapa tahun terakhir ini sebenarnya merupakan hasil infeksi varian Influenza tipe A subtipe H5N1.

Pada awalnya virus ini hanya menjangkiti komunitas unggas, namun pada akhirnya kemampuan menginfeksi virus ini meningkat sehingga virus ini mampu menjangkiti manusia. Virus ini dapat menular melalui air liur dan kotoran hewan yang terkena flu. Infeksi virus flu burung umumnya menimbukan gejala berat. Mulai dari demam yang mencapai suhu diatas 38°C hingga berhari-hari.

Gejala-gejala yang ditimbulkan flu ini pada umumnya mirip dengan flu biasa, seperti gejala bersin-bersin, pegal dan linu di persendian, nyeri menelan, dan batuk, dan kadang bisa sampai menimbulkan severe respiratory distress (sesak nafas hebat). Ini bisa terjadi bila infeksi terus menerus dan ditemani oleh bakteri yang menjadi penyebab radang paru-paru (pneumonia).

Sampai saat ini tak ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan lebih mengupayakan untuk menurunkan keganasan virus dengan antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir.

2.Flu Babi
Baru-baru ina marak di temukan kasus-kasus flu babi benua Amerika sana. Pada awalnya flu ini hanya menualar antara sesama babi, namun pada akhirnya dengan ‘kesaktiannya’ virun ini mampu bermutasi dan menginfeksi manusia yang melakukan kontak langsung dengan babi tersebut.

Virus influenza tipe A strain H1N1 ini memiliki sifat yang lebih ganas dari virus influenza H1N1 sebelumnnya. Gejala yang ditimbulkan sama dengan virus biasa dan virus flu burung yang sudah dijabarkan diatas.

Sama seperti flu burung, pada penderita flu babi jiga disarankan untuk mengkonsumsi antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir. Belum ada obat yang bisa mengalahkan ‘kesaktian’ virus ganas yang telah bermutasi ini, namun Dokter menyarankan agar memberi perawatan sesuai gejala dan meberikan in take cairan yang cukup pada pasien. Dalam 3-5 hari, virus akan menghilang dengan sendirinya.

3.Flu Kuda
Pada awalnya, flu ini menyerang dan akhirnya menewskan sebanyak 43 ekor kuda di bagian barat India Rajasthan dan Gujarat, karena itulah penyakit ini dinamakan flu kuda.
Flu yang disebabkan oleh equine influenza ini memiliki 2 tipe, yaitu equine-1 (H7N7) dan equine-2 (H3N8) yang masing masing memiliki ciri khas tersendiri. Equine-1 lebih banyak menyerang otot dan hati, sedangkan equine-2 menyerang sistem imun tubuh.

Virus ini layaknya influenza, perjalanan gejala penyakit sekitar 7 hari. Gejalanya sama seperti gejala flu burung. Seperti menyebabkan batuk, pilek, demam, hilang nafsu makan. Pada kuda umumnya perjalanan flu ini sekitar 1-5 hari hingga menimbulkan akibat yang fatal.

Kabar baiknya, saat ini masih belum ditemukan kasus flu kuda pada manusia, namun mengingat ‘suksesnya’ mutasi virus flu burung dan flu babi yang mampu menjangkiti manusia membuat kita harus lebih waspada terhadap virus yang satu ini. Pemberian vaksin pada kuda mungkin bisa menjadi alternatif sebagai upaya pencegahan penyebaran virus ini.

4.Flu Singapura
Sebenarnya flu Singapura ini bukan disebabkan oleh virus influenza, namun gejala yang ditimbulkan serupa dengan flu lainnya, dan pada tahun 2000 flu ini merebak di Singapura, maka orang-orang pun kemudian menyebutnya flu Singapura. Kemudian ditemukan juga beberapa kasus flu Singapura yang menyerang di Jakarta, dimana secar kebetulan orang tua dari anak anak tersebut bekerja di Singapura.

Dalam istilah medis penyakit ini dikenal sebagai hand, mouth, and foot diseas ini disebabkan oleh infeksi coxsackie dan enterovirus 71. Artinya, penyakit ini sama sekali bukan penyakit flu yang umumnya disebabkan oleh virus influenza. Pada umumnya penyakit ini menyerang anak anak yang berusia antara 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada juga beberapa kasus ditemukan pada anak berusia 10 tahun.

Sangat mudah menular lewat kontak langsung penderita melalui droplet atau cairan ludah. Sedangkan pada orang dewasa umumnya sudah kebal dengan virus ini. Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini memang mirip dengan flu biasa. Diawali demam hingga 2-3 hari, rasa nyeri, pegal di otot, dan sendi, nyeri menelan dan sakit tenggorokan, serta timbulnya batuk dan pilek.

Yang berbeda, yakni munculnya bercak-bercak merah pada telapak tangan dan kaki. Pada beberapa pasien juga diikuti sariawan di lidah dan gusi sehingga anak jadi malas makan dan kekurangan cairan. Namun, pada dsararnya penyakit ini akan membaik dan sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Pengobatannnya juga bersifat simpatomatik dan meringankan gejalanya saja. Misalnya, jika ada sariawan, maka penderita cukup diberikan antibiotik mulut mycostatin. Jika penderita lemas dan dehidrasi, maka cukup diberikan cairan atau infus untuk menggantikan kebutuhan cairan.

Mei 2009
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

twitter_ku

Kumpulan Arsip-ku