Pengukuran Kerangka Kontrol Vertikal

Di dalam ukur tanah selain pengukuran sudut horisontal (mendatar), sesungguhnya juga dalam waktu/posisi persamaan pada station point tempat alat ukur sudut (Theodolit) diletakkan, dilakukan pada pengukuran sudut vertikal.

Tujuan dan Fungsi :

Tujuan pengukuran sudut vertikal adalah untuk menentukan :

  • Besarnya sudut tegak yang terbentuk antara dua titik terhadap arah mendatar atau arah vertikal.
  • Jarak mendatar antara 2 (dua) titik, yang biasa dinamakan jarak optis
  • Jarak tegak antara 2 (dua) titik, yang biasa dinamakan beda tinggi (Δh)
    • Fungsi dari pengukuran sudut vertikal ialah untuk menentukan nilai ketinggian (elevasi) suatu titik terhadap titik yang lain

Ada 2 (dua ) Sistem Dasar Pengukuran Sudut Vertikal:

  1. Sudut yang dihitung terhadap arah mendatar pada skala lingkaran vertikal yang disebut sudut miring (helling) (h).

Artinya: Bila teropong dalam keadaan mendatar, bacaan sudut vertikal = 0.

  1. Sudut yang terbentuk dihitung terhadap arah vertikal (tegak) pada skala lingkaran vertikal disebut sudut zenit (Z).

Artinya: Bila teropong dalam keadaan mendatar bacaan sudut vertikal = 90°.

Dasar penentuan besarnya sudut vertikal pada 2 sistem tersebut disebabkan karena perbedaan jenis/konstruksi theodolit yang umumnya perbedaan konstruksi pada skala lingkaran vertikal.

Untuk jenis theodolit yang menggunakan helling sebagai sudut vertikal h:

Besarnya sudut miring dengan batasan – 90° < h < 90°

h > 0 bila target lebih tinggi dapada teropong theodolit

h < 0 bila lebih rendah dari pada teropong theodolit

  • Untuk jenis theodolit yang menggunakan zenit sebagai sudut vertikal Z:

Besar sudut zenit dengan batasan 0°, Z, 180° dan 180° < Z < 360°

Bila target bidik lebih tinggi dari pada teropong theodolit, maka Z < 90° atau 270° < Z < 270°

Hubungan antara sudut miring helling (h) dan sudut zenit (Z) adalah: h + Z = 90°

untitled2

Gambar 4. Pengukuran Sudut Vertikal

Keterangan :

A, B         : Nama titik/patok

Dm         : Jarak Miring

D             : Jarak Datar

Δh           : Jarak Vertikal/Beda Tinggi

H             : Sudut Miring

Z              : Sudut Zenit

Ti             : Tinggi Alat

P             : Jarak Vertikal/Garis Mendatar Terhadap Bacaan Tengah Benang

Dari kondisi diatas maka dapat ditentukan jarak mendatar (D) secara optis dan beda tinggi antara titik A dan titik B.

Persamaan yang diperoleh dalam hal ini adalah sebagai berikut :

Jarak Miring:

Dm = (Ba- Bb) x 100. sin Z      Jarak miring dengan sudut Zenit

Dm = (Ba – Bb) x 100. cos h    Jarak miring dengan sudut helling

JarakDatar

Dm= Dm x sinZ          Jarak datar dengan sudut

Dm=Dm x sinh           Zenit Jarak datar dengan sudut helling

Dengan demikian persamaan menjadi :

Dm = (Ba – Bb) x 100. sin2 Z

Dm = (Ba – Bb) x 100. cos2 h

Sedangkan untuk menentukan jarak vertikal (beda tinggi) antara titik A dan titik B dapat digunakan sebagai berikut :

Δh = (P + Ti) – Bt

P = D x Ctg Z = D x 1 / tan Z


  1. Pengukuran Dengan Alat Penyipat Datar

Pengetahuan Dasar

Penyipat datar adalah menentukan/mengukur beda tinggi antara dua titik atau lebih. Ketelitian penentuan ukuran tergantung pada alat – alat yang digunakan serta pada ketelitian pengukuran dan yang dapat dilaksanakan.

Biasanya kayu sipat merupakan alat pertolongan yang paling sederhana pada penentuan beda tinggi beberapa titik tertentu. Kayu sipat biasanya berupa papan yang lurus dan sekitar 3.00 m panjangnya, kita pegang horisontal dengan bantuan sebuah nivo tabung. Kemudian dengan sebuah rambu ukur beda tinggi antara dua titik tertentu.

Pada penentuan beda tinggi dua titik yang jauh, pengukuran dengan kayu sipat menjadi sukar dan kurang teliti. Tetapi kayu sipat dipakai lima kali dan di horisontalkan dengan nivo tabung pada titik dan sepanjang sisi kayu sipat dan membaca rambu ukur.

Sasaran itu lebih mudah kita capai dengan alat bidik sederhana atan dengan celah pejera dan pejera seperti pada sebuah bedil. Alat ini dapat dipasang pada sebuah statif (kaki tiga) atau dipegang dengan tangan saja.

Pada alat bidik yang dipegang tangan kita harus memperhatikan sasaran dan nivo sekaligus. Tetapi alat bidik ini masih kurang teliti karena kita membaca rambu ukur langsung (tanpa teropong) jaraknya agak terbatas. (F, Heintz.1979)

  1. Alat Penyipat Datar

Apabila kita ingin menentukan beda tinggi pada jarak jauh dengan teliti, bidik garis kita tentukan dengan suatu alat bidik dengan teliti tanpa ada paralaks dan untuk membaca mistar diperlukan sebuah teropong. Atas dua dasar ketelitian ini di konstruksikan semua alat penyipat datar.

Alat – alat penyipat datar yang sederhana terdiri dari sebuah teropong dengan garis bidiknya (garis vizier) dapat dibuat horisontal dengan sebuah nivo tabung. Untuk mencari sasaran sembarang sekeliling alat penyipat datar, maka teropong dan nivo tabung dapat diputar pada sumbu utama yang dapat di atur pada sekrup pendatar. Dengan sekrup penyetel fokus bayangan rambu dapat di setel tajam. Dengan sekrup penggerak horisontal bayangan dapat di setel tajam.

Cermin yang dapat diputar keatas memungkinkan kita mengawasi nivo tabung dari okuler teropong. Dalam keadaan tertutup cermin itu melindungi nivo tabung

Makin lama alat penyipat datar mengalami perkembangan. Suatu perlengkapan menentukan garis bidik horisontal secara automatis oleh pengaruh gaya berat, maka garis bidik disetel dahulu kira – kira dengan ketelitian ± beberapa menit busur, menggantikan nivo tabung. (F, Heintz. 1979)

  1. Penyipat Datar Memanjang

Apabila jarak antara dua titik 1 dan 5 yang harus ditentukan selisih tingginya, menjadi demikian besar, sehingga rambu ukur tidak: dapat dilihat dengan terang dan pembacaan menjadi kurang teliti, atau kalau saja keadaan lapangan menjadi sedemikian rupa, sehingga garis bidik tidak kena rambu ukur karena jatuh diatas atau dibawah rambu ukur maka terpaksa jarak antara titik 1 dan titik 5 itu dibagi atas jarak-jarak yang lebih kecil, sehingga pengukuran dapat dilakukan dengan mudah dan baik. Jarak bidik biasanya dipilih antara 50 – 60 m. Untuk menentukan beda tinggi antara dua titik I dan titik 5 yang jaraknya besar, maka cara penyipat datar menjadi :

untitled3

Gambar 2. Pengukuran penyipat datar memanjang dan melintang

Satu rambu ukur kita dirikan pada 1 titik dan kita pilih untuk untuk alat penyipat datar J1, sedemikian rupa, sehingga garis bidik masih kena rambu ukur pada titik 1. Rambu ukur kedua didirikan diatas titik 2 yang dipilih sedemikian rupa, sehingga rambu ukur pada titik 2 dan jarak alat penyipat datar dengan kedua rambu ukur masing-masing sama.

Sekarang kita lakukan pembacaan rambu ukur depan dan pembacaan rambu ukur muka Setelah pembacaan dilakukan dan ditulis pada buku ukur, alat penyipat datar dipindahkan ketitik Jz. Rambu ukur pada titik 2 kita putar hati-hati ke arah alat penyipat datar pada titik J2. Kita baca rambu ukur R2, pindahkan rambu ukur kemudian ketitik 3, sehingga kita dapat membaca rambu ukur muka V2 dan sebagainya. Peketjaan ini kita ulangi sampai dengan pembacaan rambu ukur muka Va pada titik 5.

Pembacaan-pembacaan R1 s/d R7 dan V1, s/d V14 kita catat sebagai tabel pada buku ukur seperti berikut ini :

Titik

Pembacaan

Rambu ukur

belakangR

Rambu ukur

mukaV

P2

R2

2,900

P3

V3

2,390

P4

V4

0,950

P5

V5

0,840

Lb=2,900

Lm=4,18

Total = Lb Lm = -1,28m

Tabel 1.. Pembacaan rambu ukur

Apabila kita hanya mencari selisih tinggi antara titik 1 dan titik 5, maka dapatlah semua jumlah pembacaan rambu ukur muka dikurangi jumlah semua pembacaan rambu ukur belakang. Pada

contoh 1 ini selisih tinggi antara titik 1 dan titik 5 menjadi + 4.375 m, atau secara umum :

h = (R4+R2+R3 … +Rn) – (V1 +V2+V3 … +Vn)

Penentuan RI, RII, dan VI dan V2 dsb. Pada contoh ini dan contoh berikut hanya kita pilih untuk memudahkan pengertian pada tabel-tabel. Jikalau perlu juga menentukan tinggi titik-titik antara 2, 3, dan 4 maka antara dua titik berturut-turut kita tentukan beda tingginya dengan rumus : R – V.

Walaupun pada tabel harus menulis tiap-tiap titik dua kali, satu pembacaan rambu ukur muka dan satu kali pembacaan rambu ukur belakang, sehingga dapat menghindarkannya dengan menulis pembacaan rambu ukur muka dan pembacaan rambu ukur belakang pada satu garis seperti dilihat pada tabel 2.2 berikut. Selalu kita hanya memperhatikan titik-titik tempat kita mendirikan rambu ukur dan bukan titik meletakkan alat penyipat datar.

Perbedaan tinggi titik 1 dan titik 2 misal kita dapatkan dari hasil pengurangan Rl – V2. Nilai ini sebaiknya ditulis pada garis antara titik 1 dan titik 2, dan misalnya kita gunakan satu baris untuk hasil pengurangan yang positif (+) dan satu baris untuk negatif (-) yang memudahkan pekerjaan/perhitungan selanjutnya.

Titik

Pembacaan

Belakang R

Rambu ukur

muka V

R-V

+

P2

R2

2,900

2,900

P3

R2

2,900

V3

2,390

0,51

P4

R2

2,900

V4

0,950

1,95

P5

R2

2,900

V5

0,840

2,06

Tabel.2. Hasil pengurangan R dan V

Hasil pengurangan antara jumlah semua pembacaan rambu ukur belakang [R] dan jumlah semua pembacaan rambu ukur muka [V] menjadi beda tinggi titik: 1 dan titik 5. Hasil yang sama harus kita dapat sebagai jumlah baris [R – V]. Maka rumus [R] – [R – VI] selalu kita lakukan sebagai pemeriksaan tabel tersebut. cara penyipat datar ini sering dilakukan pada jarak yang jauh.

Pada peristiwa ini kita harus melakukan kontrol yang mantap. Kontrol tidak hanya menemukan kekeliruan dalam pembacaan melainkan juga membuktikan ketelitian pengukuran – pengukuran kita.

Misalkan kita tidak mengetahui tinggi dua titik yang berjauhan jaraknya, maka kita penyipat datar bolak – balik. Hasil pengurangan jumlah R dan jumlah V sebetulnya hams menjadi nol.

Tetapi dalam prakteknya akan selalu terjadi perbedaan kecil. Kesalahan akhir ini terdiri dari kesalahan yang sistematis dan kesalahan yang kebetulan, kesalahan – kesalahan yang tidak dapat dihindarkan.

Kesalahan yang sistematis menjadi kesalahan yang merambat, misalnya oleh statif alat penyipat datar yang makin lama makin lebih masuk dalam tanah yang lemah atau oleh penurunan rambu ukur pada waktu memindahkan alai penyipat datar.

Pengalaman menunjukan, bahwa kesalahan yang sistematis dapat diperkecil dengan meletakkan statif alat penyipat datar haruslah stabil dan sekuat mungkin pada titik- titik yang telah ditentukan di lapangan. Sebaiknya kita memeriksa dan membaca rambu ukur beberapa kali dengan harapan memperbaiki hasil bacaan, maka kemungkinan timbul kesalahan yang sistematis justru makin lama makin besar.

Untuk menghemat waktu kita juga boleh menggunakan dua rambu ukur untuk pembacaan rambu ukur belakang dan pembacaan rambu ukur muka. Kesalahan acak (kebetulan) timbul dengan tanda (+) maupun biasanya kesalahan acak saling menghapuskan dan menjadi kecil sekali. Kesalahan acak misalnya timbul dari nivo tabung yang tidak disetel cukup teliti dan sebagainya.

Nilai kesalahan yang diperbolehkan ditentukan oleh jenis dan tugas alat penyipat datar dan ketelitian yang diharapkan. Akan tetapi ketelitian yang diharapkan menentukan juga tipe alat penyipat datar yang harus digunakan. Kesalahan yang timbul biasanya kita bagi atas semua titik – titik yang diperhatikan pada penyipat datar.

Perhitungan penyipat datar selalu dilakukan pada buku ukur dalam orginal untuk menghindari kesalahan pada waktu menyalin. Karena itu buku ukur harus cukup besar supaya menghindari kekurangan baris – baris perhitungan pada saat kita mengolah data. (F. Heintz. 1979)

  1. Profil Memanjang

Profil memanjang diperlukan untuk membuat trase jalan kereta api, jalan raya, saluran air, pipa air minum, dan sebagainya. Dengan jarak dan perbedaan tinggi titik – titik di atas permukaan bumi, di dapatlah irisan tegak lapangan yang di namakan profil memanjang pada sumbu proyek Bersama dengan profil melintang dan peta situasi kita dapatkan dasar – dasar pada perencanaan proyek terse but diatas.

Penyipat datar pada profil memanjang dapat dilakukan. Biasanya timbul juga banyak titik di antaranya (Z) kita harus menggunakan satu perhitungan yang lebih sederhana. Bentuk profil memanjang dapat dilihat pada gambar.

  1. Profil Melintang

Profil melintang diperlukan untuk menggambarkan bentuk penampang melintang suatu jalan ataupun saluran air yang direncanakan. Dengan jarak dan perbedaan tinggi titik-titik di atas permukaan bumi, didaptlah irisan arah melintang yang dinamakan profil melintang. Bentuk profil memanjang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

untitled4

Gambar Profil Melintang

<a href=”http://www.buyblogreviews.com&#8221; ><img src=”http://www.buyblogreviews.com/sponsoredImages/sponsoredpost.gif&#8221; alt=”Blog Advertising” border=”0″ /></a>

Pengukuran Detail

Dalam kegiatan pengukuran situasi (pemetaan topografi daerah/lokasi) diperlukan adanya suatu jaringan kerangka dasar pemetaan yang terdiri kerangka dasar horisontal maupun kerangka dasar vertikal sebagai titik referensi/ikat/ kontrol/acuan bagi pengukuran titik-titik detail. Dari kondisi ini terlihat ada tiga bagian penting/utama yang harus dilakukan dalam rangka pengukuran situasi, yaitu :

  1. Penentuan dan pengukuran posisi horisontal untuk kerangka dasar pemetaan (sebagai contoh menggunakan poligon tertutup).
  2. Penentuan dan pengukuran posisi vertikal (elevasi) untuk kerangka dasar pemetaan (sebagai contoh menggunakan matode sipat datar).
  3. Penentuan dan pengukuran posisi horisontal dan vertikal untuk titik-titik detail atau objek daerah/lokasi yang dipetakan menggunakan metode tacheometry.

Penentuan dan pengukuran posisi horisontal dengan metode poligon tertutup telah di pelajari dan di peraktikan sebelum materi ini dibahas. Sedangkan untuk penentuan dan pengukuran posisi vertikal telah dipelajari pada Surveying Camp.

Pada pertemuan ini akan dibahas dan mempelajari penentuan dan pengukuran titik-titik detail dilapangan dengan metode tacheometry, berikut merupakan tahapan yang umum dilakukan dalam pelaksanaan pengukuran situasi. (S, Ferry. 2005)

Penentuan posisi horisontal objek

Untuk menentukan/posisi titik-titik suatu objek di lapangan memerlukan pengukuran arah (sudut jurusan/azimut), jarak mendatar dan sudut mendatar. Sedangkan untuk menentukan titik-titik objek tersebut pada bidang datar (di kertas) menggunakan sistem proyeksi tertentu (dalam hal ini proyeksi ortho).

Pengukuran titik-titik detail/objek dilakukan dengan banyak cara adapun cara/metode yang umum digunakan ialah ektrapolasi dengan sistim koordinat kutub. Prinsip penentuan posisi horisontal titik-titik detail ditentukan berdasarkan:

  1. Jarak mendatar dan sudut horisontal terhadap titik-titik ikat/referensi/ kontrol/acuan.
  2. Jarak mendatar dan arah/azimut/sudut jurusan (utara magnetik).

Langkah Kerja Pengukuran Profil Memanjang

  1. Persiapkan semua peralatan yang diperlukan (alat PPD).
  2. Merencanakan letak titik PPD, letakan alat di tempat dimana alat dapat membidik beberapa titik poligon (selama alat PDD dapat melakukan pembacaan).
  3. Setelah alat diletakan ditempat yang telah direncanakan kemudian dapat dilanjutkan dengan mendirikan alat.
  4. Cara pemasangan PPD sama dengan cara pemasangan alat theodolit hanya saja pada pemasangan PPD ini tidak memerlukan centering patok.
  5. Mendirikan rambu diatas patok titik poligon P1 kemudian bidik rambu tersebut dan baca bacaan benang atas, bawah dan tengah (BA, BT dan BB).
  6. Setelah titik poligon p1 selesai dibidik kemudian pindah rambu ukur pada titik poligon berikutnya yaitu P2 lakukan pembidikan dan pembacaan seperti langkah awal (titik P1).
  7. Lakukan langkah tersebut sampai dengan titik Pn dan baca bacaan benangnya (titik poligon P11 dijadikan titik akhir atau bacaan belakang).
  8. Setelah pembacaan titik poligon Pn selesai dilakukan, kemudian pindah alat ketempat yang dapat membidik beberapa titik tetapi titik P5 masih dapat dibidik.
  9. Bidik kembali titik poligon P11 dan lakukan pembacaan benang pada titik tersebut (titik P11 sebagai titik awal atau bacaan muka) hal ini bertujuan sebagai titik temu pada saat pemindahan alat ke tempat kedua.

10. Lakukan pengukuran sampai titik jalur poligon terakhir (Pn).

11. Setelah semua data diperoleh kemudian lakukan perhitungan.

12. Data yang diperlukan adalah hanya bacaan benang (BA, BT, dan BB).

13. Hitungan yang dicari adalah beda tinggi dan elevasi.

Perencanaan Titik Poligon dan Titik Detail

Sebelum dilakukan pembidikan, terlebih dahulu kita harus membuat perencanaan letak titik poligon terbuka, dengan cara memasang kayu patok pada titik yang akan dijadikan lokasi pembidikan dengan jarak antara titik BM dengan patok sepanjang 25 m sebanyak 14 titik. Untuk perencanaan pembuatan titik detail dapat dibuat sketsa gambar lokasi dan usahakan urutan target searah jarum jam untuk mempermudah penggambaran sekaligus mempunyai ketelitian yang baik. Apabila jarak alat bidik dengan batas wilayah pembidikan terlalu jauh maka dapat dibuat titik bantu, sehingga dapat memudahkan pengukuran atau pembidikan target.

untitled

Gambar 1. Perencanaan Titik Poligon dan Titik Detail

Langkah Kerja Pengukuran Poligon

Pelaksanaan praktikum harus sesuai dengan langkah kerja yang telah diajarkan untuk mendapatkan hasil yang optimal Adapun langkah-langkah kerja sebagai berikut :

  1. Menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam praktikum.
  2. Mulai mendirikan alat sesuai dengan yang ditentukan yaitu di titik BM1
  3. Setelah alat didirikan kemudian melakukan centering karena kesalahan pada centering berakibat kesalahan data yang fatal. Cara-cara melakukan centering Alat theodolit :

–         Dirikan statif di atas titik dengan ketinggian sedada pembidik atau pengukur

–         Pasang theodolit di atas statif dan putar sekrup pengunci pada statif untuk mengunci theodolit

–         Angkat dan gerakkan 2 kaki statif sambil melihat titik patok melalui centering optik sampai benang centering mendekati titik patok

–         Apabila benang centering sudah mendekati titik patok, tancapkan kembali 2 kaki statif yang diangkat tadi

–         Atur nivo tabung dengan cara menaik-turunkan kaki statif

–         Setelah nivo tabung tepat ditengah, atur nivo kotak dengan memutar 3 sekrup secara secara searah dan bersamaan sampai gelembung udara nivo kotak tepat di tengah lingkaran

–         Kemudian, cek kembali apakah benang centering optik masih tepat berada di atas titik patok. Apabila tidak tepat lagi, longgarkan sekrup pengunci theodolit dan gerakkan theodolit secara perlahan sambil melihat pada centering optik sampai benang centering optik benar-benar tepat berada di atas titik patok. Bila sudah tepat kencangkan kembali sekrup pengunci theodolit

–         Theodolit siap dipakai untuk pembidikan.

  1. Kemudian menentukan kedudukan skala piringan Hz ( 0° 0′ 0″) dan mengunci sekrup nonius sampai dengan langkah ini alat siap untuk digunakan.
  2. Selanjutnya ukur jarak antara tempat didirikannya alat dengan titik bench mark (BM)
  3. Kemudian lakukan pembidikan ke BM untuk pengukuran sudut horisontal biasa dan putar searah jarum jam ketitik P1 dan lakukan pembidikan untuk mendapatkan sudut horisontal biasa serta benang atas, bawah, dan tengah.
  4. Pindah alat ketitik P2 dan pasang rambu ukur pada titik poligon depan (P1) dan belakang (BM1).
  5. Pada saat mendirikan alat pada titik poligon tidak perlu mencari arah utara karena pembacaan sudut dimulai dari titik poligon sebelumnya (belakang), sehingga yang diperlukan hanya mengarahkan sudut 0° 0′ 0″ terhadap titik poligon belakang. Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Buka pengunci nonius piringan horisontal bawah dan piringan horisontal atas
  2. Pada lensa pembacaan sudut atur hingga posisi sudut 0° 0′ 0″ kemudian kunci piringan horisontal atas
  3. Arahkan teropong pada rambu titik poligon belakang kemudian kunci nonius (piringan horisontal bawah)
  4. Setelah sudut awal diatur selanjutnya alat dapat digunakan untuk pengukuran.
  1. Membidik rambu pada titik belakang dan rambu pada titik depan, kemudian dibaca bacaan benang (BA, BT, BB) dan bacaan sudut (V dan H). Pembacaan sudut dilakukan dengan sudut biasa (V dan H). Langkah-langkah untuk membaca sudut biasa adalah sebagai berikut :

–         Bacaan sudut biasa

  • Bacaan sudut biasa adalah bacaan sudut pada awal pengukuran, dari posisi sudut 0° 0′ 0″ kemudian diputar searah jarum jam terhadap rambu titik poligon depan.
  • Ciri-ciri bahwa alat pada kondisi biasa dapat dilihat dari posisi lensa pembidik kasar, apabila lensa pembidik kasar berada di atas berarti konsisi alat adalah biasa
  • Pada kondisi alat biasa yang dibaca adalah sudut vertikal dan horisontal serta bacaan benang.

10. Setelah itu lakukan pengukuran situasi dari titik didirikannya alat (P1) searah jarum jam (dengan terlebih dahulu mengembalikan alat pada posisi semula).

11. Sebelum melakukan pengukuran situasi terlebih dahulu rencanakan letak titik situasi dan gambar sketsa lengkap dengan nama titik.

12. Kemudian pasang rambu pada titik-titik tertentu yang telah direncanakan kemudian bidik setiap rambu yang dipasang dan baca benang (BA, BT dan BB) serta sudut biasa (V dan H).

13. Setelah semua titik dibidik dan dicatat maka pengukuran situasi dianggap selesai kemudian alat dipindahkan pada titik poligon berikutnya dan melakukan pengukuran situasi dengan cara sama dengan sampai titik terakhir.

Data yang diperlukan adalah :

–         Tinggi alat.

–         Tinggi patok.

–         Bacaan benang (BA, BT dan BB).

–         Bacaan sudut biasa (V dan H).

Data yang dihitung :

–         Azimuth tiap titik poligon.

–         Jarak miring dan jarak datar.

Koordinat (X dan Y).

Pemetaan Topografi

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan keadaan topografi permukaan bumi, baik mengenai unsur alami maupun unsur buatan manusia. Penyajian data tersebut sangat tergantung pada skala peta, semakin besar skala peta tersebut akan semakin rinci data yang dapat di sajikan, dan sebaliknya semakin kecil skala peta yang dibuat maka semakin kurang rinci pula data yang disajikannya.

Secara garis besar metode pemetaan topografi dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu metode teresteris, metode fotogrametris dan foto udara. (Subagio. 2000)

  1. Metode teresteris

Pada dasamya pemetaan topografi ini terbagi atas tiga macam pekerjaan, yaitu pengukuran topografi, pengolahan data ukuran dan pencetakan peta.

Dalam metode teritris ini, semua pekerjaan pegukuran topografi dilakukan dilapangan dengan menggunakan peralatan ukur seperti : Theodolit; waterpas; alat ukur jarak; serta peralatan modem lainnya (GPS, total station dan lainya). Pengukuran topografi adalah pengukuran posisi dan ketinggian titik-titik kerangka pemetaan serta pengukuran detail topografi, sehingga dapat digambarkan diatas bidang datar dalam skala tertentu. Yang dimaksud dengan kerangka pemetaan adalah jaringan titik kontrol (X, Y) dan (h) yang akan digunakan sebagai referensi pengukuran dan titik kontrol pengukuran. (Subagio. 2000)

  1. Metode fotogrametris

Pengukuran detail topografi (pengukuran situasi) selain dapat dilakukan langsung dilapangan dapat pula dilakukan dengan teknik pemotretan dari udara sehingga dalam waktu yang singkat dapat terukur atau terpotret daerah yang seluas mungkin.

Dalam metode fotogametri ini, pengukuran dilapangan masih diperlukan khususnya untuk menentukan titik kontrol tanah yang diprlukan dalam proses fotogametris selanjutnya.

Pada dasarnya metode fotogametris ini mencakup fotogametris metrik dan interprestasi citra. Fotogametris metrik merupakan ilmu dan teknik pengukuran citra, sedangkan interprestasi citra merupakan pengenalan serta identifikasi suatu objek pada foto. Dengan metode fotogametris ini, pengukuran tidak perlu dilakukan lansung dilapangan tetapi cukup dilaksanakan di laboratorium melalui pengukuran pada citra foto.

Untuk dapat melaksanakan pengukuran tersebut, diperlukan bebrapa titik kontrol pada setiap foto udara. Titik kontrol ini dapat dihasilkan dari proses fotogametris selanjutnya yaitu proses triangulasi udara yang bertujuan memperbanyak titik kontrol foto (titik kontrol minor) beradasarkan titik kontrol tanah yang ada. (Subagio. 2000)

  1. Metode foto udara

Foto udara merupakan hasil pemotretan sebagian kecil permukaan bumi menggunakan kamera udara yang dipasang di atas pesawat terbang.

Dalam setiap kali pemotretan luas daerah yang tercakup sangat sempit dibandingkan dengan luas daerah yang akan dipotret. Agar seluruh daerah tertutupi dengan foto maka pemotretan hams dilakukan secara periodik dan terencana. Untuk itu harus dibuat rencana jalur pesawat terbang sedemikan rupa sehingga semua daerah dapat terfoto. (Subagio. 2000)

Teknik Penggambaran Pemetaan

Teknik Penggambaran Titik Poligon

Peralatan dan bahan yang di gunakan :

  1. Kertas milimeter blok.
  2. Kertas kalkir.
  3. Peralatan gambar.
  4. Busur derajat 360°.
  5. Mistar.
  6. Alat hitung.

Langkah kerja penggambaran :

  1. Menentukan skala penggambaran.
  2. Membuat grid batas pada sumbu X dan Y yang di mulai dari angka terkecil dari hasil hitungan koordinat (X dan Y) penulis menggambarkan grid.
  3. Menentukan koordinat awal (titik BM) yang telah ditentukan (277003;9611993).
  4. Jika titik BM telah ditentukan dan digambar selanjutnya adalah menggambarkan titik poligon, metode yang digunakan oleh penulis adalah metode koordinat jadi titik poligon digambarkan sesuai titik koordinat dari perhitungan data di lapangan.
  5. Setelah semua titik poligon digambarkan selanjutnya adalah menggambar titik situasi.

Teknik Penggambaran Situasi

  1. Penggambaran titik situasi adalah dengan cara memasukkan nilai sudut horisontal yang telah di peroleh dari lapangan dan dengan jarak dari hasil perhitungan data ke tiap titik poligon yang telah digambar
  2. Pengggambaran titik situasi di mulai dari poligon 1, pusat busur derajat diletakkan dari poligon 1 kemudian angka nol derajat diletakkan pada titik poligon sebelumnya (BM), hal ini di lakukan karena pada saat pengukuran kondisi alat mengacu pada titik sebelumnya (di nol kan dari titik belakang). Selanjutnya tandai pada titik situasi sesuai dengan sudut yang diukur dan kemudian ditarik jarak yang telah di hitung dengan menggunakan skala yang diketahui
  3. Pada saat penggambaran titik situasi nilai elevasi dicantumkan tepat pada setiap titik situasi yang telah dihitung. Hal ini dilakukan untuk menggambaran titik peta.

Teknik Penggambaran Profil Memanjang dan Melintang

  1. Siapkan kertas gambar milimeter dan peralatan gambar.
  2. Tentukan skala gambar yang terdiri dari skala jarak (horisontal) dan skala elevasi (vertikal).
  3. Pada bagian bawah milimeter buat kolom yang berisi nama titik dan elevasi titik
  4. Tentukan elevasi terendah.
  5. Tarik garis vertikal (elevasi) dan beri angka elevasi dari nilai elevasi terendah.
  6. Tarik garis horisontal (sebagai jarak antara titik poligon) dan beri keterangan jarak dimulai dari titik BM.
  7. Tentukan titik BM kemudian tentukan titik poligon selanjutnya dengan jarak sesuai dengan data yang telah diskalakan.
  8. Plot nilai-nilai ketinggian (elevasi) disetiap titik sesuai dengan data di lapangan.
  9. Hubungkan semua hasil plotting dari titik BM sampai dengan titik poligon terakhir.

Musisi Indonesia < Kreatif

Hmmm…. Dilihat dari judulnya pasti kamu sudah bisa menebak apa yang akan saya paparkan disini. Ya, benar! Sekarang semakin banyak musisi Indonesia yang membuat lagu yang sangat mirip dengan lagu-lagu orang. Entah karena tidak sengaja, karena terinspirasi, atau memang sengaja mengambil sedikit-sedikit aransemen musiknya, atau juga memang menjiplak dengan sengaja??

Kata Wikipedia, Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

  • Menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain.
  • Mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

Berikut ini daftar daftar lagu dan musisi yang mempunyai lagu yang mirip dengan lagu musisi lain yang saya kumpulkan dari berbagai sumber (ingat, saya tidak menyebut mereka menjiplak) :

  1. Ari Lasso (Tulus) ó Bryan Adams (When You Love Someone)
  2. Anda (Tentang Seseorang) ó Coldplay (Don’t Panic)
  3. Andra and The Backbone (Sempurna) ó W (Double U) (Shiroi Iro wa Koibito no Iro)
  4. Aura Kasih (Mari Bercinta) ó Sean Paul featuring Eve (Give It To You)
  5. Angkasa (Jangan Pernah Selingkuh)  ó Starsailor  (Poor Misguided Fool)
  6. BIP (1000 Puisi)  ó  U2 (I Still Haven’t Found What I’m Looking For)
  7. Bondan (Bunga) ó  Mel C (Never Be The Same Again)
  8. Boomerang (Gadis Extravaganza) ó  Guns N Roses (Welcome To The Jungle)
  9. Caffeine (Hidupku Kan Damaikan Hatimu) ó Saigon Kick (I Love U)

10.  Caffeine (Tiara) ó U2 (Stay)

11.  D’massiv (Dilema) ó Muse (Soldiers Poem)

12.  D’massiv (Dan Kamu) ó Switchfoot (Head Over Heels/In This Life)

13.  D’massiv (Diam Tanpa Kata)  ó  Switchfoot (Awakening)

14.  D’massiv  (Aku Pecaya Kamu)  ó Lifehouse (Come Back Down)

15.  Diah Iskandar (Surat Undangan) ó The Jackson Five (I’ll Be There)

16.  Dewa (Arjuna Mencari Cinta) ó U2 (I Still Haven’t Found What I’m Looking For) & The Police  (Roxanne)

17.  Dewa (Satu Sisi) ó Duran-Duran (Save A Prayer)

18.  Dhani & Chrisye (Jika Surga Dan Neraka) ó  Portishead (Glorybox)

19.  Dewa (Pangeran Cinta) ó Led Zeppelin (Immigrant Song)

20.  Dewa (Hadapi Dengan Senyum) <=> Queen (Let Us Cling Together)

21.  Element (Kupersembahkan Nirwana) ó  Theme 007

22.  Glenn Fredly (Cinta Silver) ó  Bachelor Number One (Dream I’m In)

23.  J-Rocks (Hampir Semua Lagunya) ó  Lagu-lagu L’Arc~en~Ciel

24.  Juniar Arief (Rapuh) ó  Leona Lewis (Bleeding In Love)

25.  Krisdayanti (Cobalah Untuk Setia) ó  Penny Taylor (Total Eclipse Of My Heart)

26.  Melly (Ada Apa Dengan Cinta  ó   Mono (Life In Mono)

27.  Melly (Demikianlah) ó  Blink 182 (First Date)

28.  Melly (Dunia Milik Berdua) ó  Avril Lavigne (Sk8er Boi)

29.  Melly (Ku Bahagia) ó Shades Apart (Stranger By The Day)

30.  Melly (Tak Tahan Lagi) ó T.A.T.U (Not Gonna Get Us)

31.  Naff (Akhirnya Ku Menemukanmu) ó  LUX (Northem Light)

32.  Pas Band (Biarlah & Kumerindu) ó The Nixons (Sister)

33.  Peterpan (Ada Apa Denganmu)  ó U2 (Bad) & Simple Plan (Every Time)

34.  Peterpan (Di Atas Normal) ó Muse (Jimmy Cane)

35.  Potret (17 tahun) ó  The Cardigans (Carnival)

36.  Potret (Bagaikan Langit)  ó  Weezer (The Good Life)

37.  Potret (Diam) ó  Weezer (Say It Ain’t So)

38.  Potret (Jadi Kekasihku (?)) ó Ligthning Seeds (Lucky You)

39.  Potret (Mak Comblang)  ó Supergrass (Alright)

40.  Radja (Jujur)  ó  The Radios (Teardrops)

41.  Radja (Tulus) ó  Stevie Wonder (Lately)

42.  Ratu (Lelaki Buaya Darat) ó Chantal Kreviazuk (Another Small Adventure)

43.  Saint Loco (Microphone Anthem) ó  RUN DMC (Me Myself And Microphone)

44.  Seurieus (Rocker Juga Manusia) ó  Queensryche (Silent Lucidity)

45.  Slank (Bim-Bim Jangan Nangis) ó  Lagunya Rolling Stone (lupa judulnya)

46.  Sheila On 7 (Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki) ó Cat Stevens (Father & Son)

47.  Sheila On 7 (Berhenti Berharap) ó  Steel Heart (Mama Don’t Cry)

48.  Sheila On 7 (Karna Aku Setia) ó  Oasis ((What’s The Story) Morning Glory)

49.  Sheila On 7 (Kita) ó  Blur (Coffee & TV)

50.  Sheila On 7 (Percayakan Padaku)  ó  The Beatles (Blackbird)

51.  Sheila On 7 (Saat Aku Lanjut Usia) ó The Beatles (When I’m Sixty Four)

52.  Sheila On 7 (Seandainya) ó  Blur (No Distance Left To Run)

53.  Sheila On 7 (Temani Aku)  ó  Oasis (She’s Electric)

54.  Sheila On 7 (Tunggu Aku Di Jakarta)  ó  Oasis (Champagne Supernova)

55.  Titi DJ (Bahasa Kalbu) ó  Nikka Costa (First Love)

56.  Titi DJ (Sang Dewi)  ó  Garbage (The World Is Not Enough)

57.  T-Five (MIRc) ó  House Of Pain (Jump Around)

Tapi saya menjadi agak was-was menulis artikel ini, takutnya mereka yang saya tulis disini malah menuntut saya seperti kasusnya Prita. Mudah-mudahan aja nggak deh, coz ini bukan pendapat saya sendiri lho, dan sekali lagi saya tidak menyebut mereka Plagiator. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kritikan agar band-band dan musisi-musisi Indonesia lebih percaya diri dengan hasil karyanya sendiri.

Dahsyatnya Air Putih

Teman-teman, sudah tahu belum luar biasanya aiputih? Belum tau?? Nah, sekarang akan saya kasih tahu, manfaaf air putih ini benar-benar menakjubkan buat kesehatan tubuh kita. Meskipun kelihatannya air putih itu sangat biasa sekali dan rasanya juga tawar, tapi air putih punya sejuta manfaat bagi kita semua.

Coba deh buka buku Biologi, tubuh manusia 80%-nya terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.

Banyak yang malas untuk minum air putih lebih dari 8 gelas sehari, alasannya pasti karena malas bolak-balik toilet karena HIV (Hasrat Ingin Vivis, heee J) sering muncul. Bolak balik ke toilet memang merepotkan, tapi kalau kamu sudah tahu manfaatnya bagi tubuh, maka cobalah untuk minum air putih sebanyak 8-10 gelas setiap harinya.

Guru kimia-ku waktu aku SMA kelas 2 pernah cerita kalau beliau punya saudara yang meninggal gara-gara darahnya sudah terlalu kental. Usut punya usut, ternyata beliau kurang mengonsumsi air putih, sehingga tubuh menjadi kekurangan cairan. Untuk menyeimbangkannya maka tubuh mengambil air dari darah, sehingga darah menjadi kental. Akibatnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan pun bisa terganggu.

Darah yang kental tersebut juga akan melewati ginjal yang berfungsi sebagai filter atau alat untuk menyaring racun dari darah. Ginjal memiliki saringan yang sangat halus, sehingga jika harus menyaring darah yang kental maka ginjal harus kerja ekstra keras. Bukan tidak mungkin ginjal akan rusak dan bisa saja kelak akan mengalami cuci darah atau dalam bahasa medis biasa disebut hemodialisis.

Itu pengaruh kurang air terhadap kerja darah dan ginjal. Lalu bagaimana dengan otak yang 95%-nya adalah air? Perjalanan darah yang kental tersebut juga akan terhambat saat melewati otak. Padahal, sel-sel otak paling boros mengonsumsi makanan dan oksigen yang dibawa oleh darah. Sehingga fungsi sel-sel otak tidak berjalan optimal dan bahkan bisa cepat mati. Kondisi tersebut akan semakin memicu timbulnya stroke. Karena itu jangan sampai kekurangan air ya!

Oiya, guru fisika saya di SMP juga pernah berbagi resep awet mudanya, kata beliau sih karena rajin minum air putih, hanya dengan minum air putih 1 gelas tiap bangun tidur. Terbukti memang, waktu saya SMP beliau sudah punya cucu tapi kulit beliau masih kencang dan bersih sehingga terlihat awet muda. Gampang kan teman-teman? Coba aja!

Buat yang punya penyakit ASMA, teman saya di facebook juga pernah cerita kalau dia minum 4 gelas air putih tiap habis bangun tidur, dan katanya hasilnya sekarang asma-nya nggak pernah kambuh lagi. Waktu pertama mencoba, rasanya perut saya kembung banget, kadang pengen muntah, kata teman saya itu kalau tidak sanggup 4 gelas coba minum 2-3 gelas saja dulu, kalau sudah terbiasa baru minum 4 gelas sekaligus. Entah benar atau tidak, tapi saya patut berterima kasih sama dia, kerena, sudah 1 bulan ini asma saya tidak muncul.

Nih, ada 10 manfaat nyata air putih :

1. Memperlancar sistem pencernaan

Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.

2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.

3. Perawatan kecantikan

Bila kamu kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit.

Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh hares benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 – 10 gelas sehari.

4. Untuk kesuburan

Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.

Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Nah, buat yang malas mandi pagi atau bahkan malas mandi (astagfirulloh!) harus mulai dirubah tuh kebiasaannya…

5. Menyehatkan jantung

Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dap penyakit kewanitaan, dll.

Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.

6. Sebagai obat stroke

Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.

Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.

7. Efek relaksasi

Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan.

Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika kamu punya shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Oh ya, shower di rumah juga menghasilkan ion negatif.

8. Menguruskan badan

Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus? Minum air putih saja.

9. Tubuh lebih bugar

Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kamu mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.

Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 – 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.

Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 – 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 – 90 % bobot tinja atau sekitar 50 – 60 ml air sehari.

Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara sekitamya.

Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu.

Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat!

Jika kuliah di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.

(sumber: http://www.muslimah.or.id)

Nah, gimana? Air putih memang dahsyat kan? So, nggak ada salahnya kalau kita banyak minum air putih, seperti pesan dokter dan iklan iklan air mineral maka sekali lagi saya sarankan untuk minum air putih 8-10 gelas perhari. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Akhirnya Jembatan Suramadu Diresmikan Hari Ini

Akhirnya, jembatan kebanggan Indonesia ini diresmikan juga setelah penantian yang lumayan panjang. Jembatan Suramadu yang memiliki panjang 5.438 m dan menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan). Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur.

Sebagai orang Teknik Sipil tentu saja saya merasa bangga sekali akan kemajuan dunia konstruksi di Indonesia, apalagi dengan diresmikannya jembatan Suramdu yang disebut sebut sebagai jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Pulau Madura dan Kota Surabaya mulai hari ini, Rabu (10/6/2009) sudah bisa ditempuh dalam waktu cepat. Jarak yang ditempuh ke Pulau Garam hanya membutuhkkan waktu 10 menit dengan menggunakan mobil.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  meresmikan pengoperasian jembatan Surabaya – Madura (Suramadu). Peresmian jembatan dengan panjang 5,4 km itu dimulai pukul 10.00 WIB . Mulai pukul 08.45 WIB, jembatan tersebut sudah disterilkan karena akan digunakan rombongan presiden. Peresmian berlangsung di causeway sisi Madura. Tenda besar didirikan untuk meresmikan jembatan yang tiang pancangnya di mulai tahun 2003 lalu tersebut.

Tapi sayangnya, jembatan yang kita banggakan ini banyak menuai protes dari berbagai pihak, mulai dari kehilangan mata pencaharian hingaa isu kepentingan kampanye calon presiden. Bahkan pada hari Senin (8/6/2009) mahasiswa Unair sudah terlebih dahulu ‘meresmikan” jembatan ini karena mereka menganggap proyek Jembatan Suramadu ini menjadi komoditas politik dalam pemilihan presiden. Sehari sebelum diresmikan, wakil presiden Jusuf  Kalla datang ke Suramadu, mungkin karena “Lebih cepat lebih baik” kali yaa…

Capres Megawati Soekaroputri pun mengklaim jembatan Suramadu merupakan warisan Pemerintahan Megawati. Klaim Mega ini disampaikan melaui siaran pers Mega-Prabowo Media Center (MPMC) “Digagas oleh Soekarno, disikapi oleh Soeharto dan dibangun oleh Megawati”.

Disisi lain, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Jatim, Bambang Harjo mengatakan, sekitar 8.000 orang yang selama ini menggantungkan nasibnya di Dermaga Penyeberangan Ujung (Surabaya)-Kamal (Madura) bakal kehilangan lapangan pekerjaannya.

Menurut dia, 8.000 orang itu terdiri dari para awak feri, juru parkir di dermaga, kuli angkut barang, sopir angkutan umum, hingga pedagang asongan yang selama ini menggantungkan hidup di jalur penyeberangan Ujung-Kamal.

Angka pengangguran di Jatim pada saat krisis keuangan global telah mencapai 3,8 juta jiwa. Kini bakal ditambah lagi sebesar 8.000 jiwa.

Selain angka pengangguran membengkak, dibukanya akses Jembatan Suramadu juga berakibat buruk terhadap operator feri penyeberangan Ujung-Kamal. Dalam 24 jam, jalur penyeberangan itu dilayani 18 unit feri yang dijalankan oleh 6 perusahaan operator.

Feri penyeberangan itu bakal ditinggalkan masyarakat, lantaran biaya tol Jembatan Suramadu jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif feri penyeberangan. Apalagi, dua pekan hingga satu bulan awal pembukaan jembatan sepanjang 5.438 meter yang melintas di atas Selat Madura itu, para pengguna dibebaskan dari tarif tol.

Hingga kini, Pemprov Jatim belum menetapkan besaran tarif tol Jembatan Suramadu. Namun besaran tarif diperkirakan Rp 35.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp 2.500 untuk kendaraan roda dua.
Tarif tersebut lebih rendah 50 hingga 70 persen dibandingkan tarif feri penyeberangan Ujung-Kamal.
Sebelumnya operator feri melalui Gapasdap telah meminta subsidi kepada pemerintah agar usahanya tidak langsung mati saat jembatan tersebut dibuka. Namun permintaan itu tidak ditanggapi oleh Pemerintah Provinsi Jatim.

Juga masalah sengketa tanah yang belum terselesaikan karena banyak pihak yang merasa kerugian mereka belum dibayar.

Hmmm… ironis memang, disaat yang lain sedang berbahagia dan berbangga hati, maka di sisi lain ada orang yang sedih dan kehilangan pekerjaan. mudah-mudahan saja ada solusi tepat dari pemerintah, agar semua permasalahan terselesaikan

JEMBATAN SURAMADU – TERPANJANG DI ASIA TENGGARA, SATU LAGI KARYA KONSTRUKSI BANGSA INDONESIA

JEMBATAN SURAMADU , TERPANJANG DI ASIA TENGGARA, TAHAN GEMPA, KUAT UNTUK 100 TAHUN, DAN KARYA KONSTRUKSI BANGSA INDONESIA.

Berdiri Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia. Jembatan antar pulau sepanjang 5.438 meter yang akan diresmikan Rabu (10/6) besok itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.

Sebagai jembatan yang menghubungankan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan yang kedua setelah rangkaian jembatan Berelang (Batam Rempang Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Propinsi Kepulauan Riau ini, merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antar pulau.

Sebelum Suramadu dibangun, sempat timbul keragu-raguan, apakah mungkin membangun jemnabatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan mempengaruhi konstruksi jembatan? Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama taun 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa para meter tanah. Dari Sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan catalog gempa juga tifak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar jembatan cukup stabil. Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air, serta pengaruh pasang terhadap jembatan.

Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin,berdasarkan kajian ternyata angin yang melintang kecepatannya sampai maksimal 65 kilo meter per jam.

TAHAN GEMPA

Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan genpa sampai 7 skala Richter.

Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja. Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter. “Jika kecepatan angin sudah mencapai sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk sepeda motor” Djoko Kirmanto Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter. “Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jendral Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.

KUAT 100 TAHUN

Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp. 4,5 triliun.

Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun. Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoirng kondisi cuaca, khususnya angin. ‘’Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara, ‘’ ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, ajlur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengerndara.

Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilo meter per jam. Bukan Cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan berat satu as kendaraan sekitar 10 ton. CUKUP

LIMA MENIT

Setelah diresmikan besok, diperkirakan Suramadu akan dilintasi 8.000 – 9.000 sepeda motor per hari serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari. Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung – Kamal dengan menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda empat per tahun (38 persen). Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit.

SEMPAT TERSENDAT

Pembangunan dalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter tersendat September 2008. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui bank Jatim sebesar rp. 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar Rp. 68,9 juta dollar AS cair. Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga melesat , seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun. Pembiayaan pembanguna Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah, sedangkan 45 persen sisanya pinjaman dari China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya harus berutang kepada China. Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu menumbuhkan geliat ekonomi Tanah Air, terutama Jawa Timur.

(By : Yuni Ikawati – Kompas 9 juni 2009).

<a href=”http://www.buyblogreviews.com&#8221; ><img src=”http://www.buyblogreviews.com/sponsoredImages/sponsoredpost.gif&#8221; alt=”Blog Advertising” border=”0″ /></a>

Previous Older Entries

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

twitter_ku

  • Tambah besar gadisku, tak terasa sudah 3,5 tahun menjadi pembawa kegembiraan dirumah kami, sehqt terus ya sayang. Jadilah anak yg pintar 10 hours ago
  • Mes gemes gemeshhhh... 😡😡😠 1 week ago
  • Emak udah nggak sanggup lagi ngurus bawang, bisa pingsan nyium baunya 😷. Untung paksu baik hati, tiap hari mau aja ngurusin bawang 😍 2 weeks ago
  • Urusan per-bawang an semua di handle pak suami, dari ngupas sampai ngulek 😁😁 2 weeks ago
  • Udah hampir 8 tahun ngetwit, entah udah berapa kali ngetwit kangen nenek 😂 3 weeks ago

Kumpulan Arsip-ku