Perencanaan Titik Poligon dan Titik Detail

Sebelum dilakukan pembidikan, terlebih dahulu kita harus membuat perencanaan letak titik poligon terbuka, dengan cara memasang kayu patok pada titik yang akan dijadikan lokasi pembidikan dengan jarak antara titik BM dengan patok sepanjang 25 m sebanyak 14 titik. Untuk perencanaan pembuatan titik detail dapat dibuat sketsa gambar lokasi dan usahakan urutan target searah jarum jam untuk mempermudah penggambaran sekaligus mempunyai ketelitian yang baik. Apabila jarak alat bidik dengan batas wilayah pembidikan terlalu jauh maka dapat dibuat titik bantu, sehingga dapat memudahkan pengukuran atau pembidikan target.

untitled

Gambar 1. Perencanaan Titik Poligon dan Titik Detail

Langkah Kerja Pengukuran Poligon

Pelaksanaan praktikum harus sesuai dengan langkah kerja yang telah diajarkan untuk mendapatkan hasil yang optimal Adapun langkah-langkah kerja sebagai berikut :

  1. Menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam praktikum.
  2. Mulai mendirikan alat sesuai dengan yang ditentukan yaitu di titik BM1
  3. Setelah alat didirikan kemudian melakukan centering karena kesalahan pada centering berakibat kesalahan data yang fatal. Cara-cara melakukan centering Alat theodolit :

–         Dirikan statif di atas titik dengan ketinggian sedada pembidik atau pengukur

–         Pasang theodolit di atas statif dan putar sekrup pengunci pada statif untuk mengunci theodolit

–         Angkat dan gerakkan 2 kaki statif sambil melihat titik patok melalui centering optik sampai benang centering mendekati titik patok

–         Apabila benang centering sudah mendekati titik patok, tancapkan kembali 2 kaki statif yang diangkat tadi

–         Atur nivo tabung dengan cara menaik-turunkan kaki statif

–         Setelah nivo tabung tepat ditengah, atur nivo kotak dengan memutar 3 sekrup secara secara searah dan bersamaan sampai gelembung udara nivo kotak tepat di tengah lingkaran

–         Kemudian, cek kembali apakah benang centering optik masih tepat berada di atas titik patok. Apabila tidak tepat lagi, longgarkan sekrup pengunci theodolit dan gerakkan theodolit secara perlahan sambil melihat pada centering optik sampai benang centering optik benar-benar tepat berada di atas titik patok. Bila sudah tepat kencangkan kembali sekrup pengunci theodolit

–         Theodolit siap dipakai untuk pembidikan.

  1. Kemudian menentukan kedudukan skala piringan Hz ( 0° 0′ 0″) dan mengunci sekrup nonius sampai dengan langkah ini alat siap untuk digunakan.
  2. Selanjutnya ukur jarak antara tempat didirikannya alat dengan titik bench mark (BM)
  3. Kemudian lakukan pembidikan ke BM untuk pengukuran sudut horisontal biasa dan putar searah jarum jam ketitik P1 dan lakukan pembidikan untuk mendapatkan sudut horisontal biasa serta benang atas, bawah, dan tengah.
  4. Pindah alat ketitik P2 dan pasang rambu ukur pada titik poligon depan (P1) dan belakang (BM1).
  5. Pada saat mendirikan alat pada titik poligon tidak perlu mencari arah utara karena pembacaan sudut dimulai dari titik poligon sebelumnya (belakang), sehingga yang diperlukan hanya mengarahkan sudut 0° 0′ 0″ terhadap titik poligon belakang. Caranya adalah sebagai berikut:
  1. Buka pengunci nonius piringan horisontal bawah dan piringan horisontal atas
  2. Pada lensa pembacaan sudut atur hingga posisi sudut 0° 0′ 0″ kemudian kunci piringan horisontal atas
  3. Arahkan teropong pada rambu titik poligon belakang kemudian kunci nonius (piringan horisontal bawah)
  4. Setelah sudut awal diatur selanjutnya alat dapat digunakan untuk pengukuran.
  1. Membidik rambu pada titik belakang dan rambu pada titik depan, kemudian dibaca bacaan benang (BA, BT, BB) dan bacaan sudut (V dan H). Pembacaan sudut dilakukan dengan sudut biasa (V dan H). Langkah-langkah untuk membaca sudut biasa adalah sebagai berikut :

–         Bacaan sudut biasa

  • Bacaan sudut biasa adalah bacaan sudut pada awal pengukuran, dari posisi sudut 0° 0′ 0″ kemudian diputar searah jarum jam terhadap rambu titik poligon depan.
  • Ciri-ciri bahwa alat pada kondisi biasa dapat dilihat dari posisi lensa pembidik kasar, apabila lensa pembidik kasar berada di atas berarti konsisi alat adalah biasa
  • Pada kondisi alat biasa yang dibaca adalah sudut vertikal dan horisontal serta bacaan benang.

10. Setelah itu lakukan pengukuran situasi dari titik didirikannya alat (P1) searah jarum jam (dengan terlebih dahulu mengembalikan alat pada posisi semula).

11. Sebelum melakukan pengukuran situasi terlebih dahulu rencanakan letak titik situasi dan gambar sketsa lengkap dengan nama titik.

12. Kemudian pasang rambu pada titik-titik tertentu yang telah direncanakan kemudian bidik setiap rambu yang dipasang dan baca benang (BA, BT dan BB) serta sudut biasa (V dan H).

13. Setelah semua titik dibidik dan dicatat maka pengukuran situasi dianggap selesai kemudian alat dipindahkan pada titik poligon berikutnya dan melakukan pengukuran situasi dengan cara sama dengan sampai titik terakhir.

Data yang diperlukan adalah :

–         Tinggi alat.

–         Tinggi patok.

–         Bacaan benang (BA, BT dan BB).

–         Bacaan sudut biasa (V dan H).

Data yang dihitung :

–         Azimuth tiap titik poligon.

–         Jarak miring dan jarak datar.

Koordinat (X dan Y).

3 Komentar (+add yours?)

  1. Zulviqkar
    Jan 22, 2010 @ 09:38:49

    bagaimana cara operasi alat total station untuk pengukuran dan pemetaan topografi. dimulai dari awal sampai akhir operasi alat TS (topcon)

    Balas

    • winnie
      Mar 05, 2010 @ 06:24:39

      Wah… maaf… yang saya tau hanya Theodolit dan Waterpass karena saya mahasiswa jurusan Teknik Sipil, bukan Teknik Geodesi, jadi saya nggak tahu tentang itu.. maaf ya.. Makasih sudah mampir dan ngasih komentar.. Salam Kenal..🙂

      Balas

  2. Dedy
    Jun 10, 2010 @ 07:57:31

    Mbak bagai mana rumus di excel untuk mencari Azimuth, Jarak Miring dan Jarak Datar, Serta koordinat X,Y nya. Trims

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

twitter_ku

Kumpulan Arsip-ku

%d blogger menyukai ini: