Daya Dukung Pondasi Dangkal

Bentuk pondasi yang umum dipakai seperti gambar dibawah ini :

Dari gambar diatas diatas yang termasuk pondasi dangkal adalah pondasi telapak terhampar (a) dan pondasi rakit (b).
Sedangkan pondasi tiang pancang (c) dan pondasi tiang bor (d) disebut pondasi dalam.

DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL
Disebut Pondasi dangkal jika Df ≤B

Keruntuhan ini terjadi jika pondasi berada pada pasir padat dan lempung kaku.
Pasir padat jika :
1. 120 < qc 30  SPT
3. Dr > 0,60  Kepadatan relatif
Lempung Kaku jika :
1. Dari data sondir diperoleh qc > 60 kg/cm2
2. Cu > 10 t/m2  qu/2=Cu
3. NSPT > 8

b. Lokal shear Failure

Keruntuhan ini terjadi jika pondasi berada pada pasir agak padat dan lempung agak kaku.
Pasir agak padat jika :
1. 40 < qc < 120
2. 10 < NSPT < 30
3. 0,4 < Dr qc > 60
2. 5< Cu < 10 t/m2
3. 4 < NSPT < 8

c. Punching shear Failure

Keruntuhan ini terjadi jika pondasi berada pada lempung lunak dan pasir gembur. Untuk kasus ini persamaan perhitungan pondasi dangkal tidak berlaku.